Alternatif Kirimi.id: dari blast WhatsApp ke API yang kamu pakai bikin AI agent sendiri (2026)
Kirimi.id murah untuk blast WhatsApp tapi pakai API tidak resmi dan bukan platform buat bikin solusi sendiri. Wabery pakai API resmi plus webhook, WhatsApp Flows, dan MCP biar kamu bangun AI agent untuk lead masuk.
Kirimi.id murah. Tapi ada harga yang tersembunyi.
Kirimi.id populer karena satu alasan: harganya murah banget. Mulai Rp 29.000/bulan, kamu bisa blast WhatsApp ke daftar kontak.
Tapi ada hal yang perlu kamu tahu sebelum memutuskan:
- API WhatsApp tidak resmi. Ini berarti nomor kamu bisa di-banned Meta kapan saja.
- Bukan platform yang bisa kamu kembangkan sendiri. Tidak ada webhook, tidak ada API yang bisa kamu pakai untuk membangun alur sendiri.
- Bukan untuk lead handling. Kirimi.id adalah tool broadcast, bukan fondasi untuk bikin sistem yang jawab dan kualifikasi chat masuk.
Kalau kamu cuma butuh blast promosi murah untuk toko online, Kirimi.id bisa jadi pilihan. Tapi kalau kamu seorang developer atau founder teknis yang mau membangun sendiri sistem yang menjawab chat masuk dan mengubahnya jadi data lead yang terstruktur, kamu butuh sesuatu yang berbeda: sebuah API yang bisa kamu kembangkan, bukan tool jadi.
Perbandingan Cepat
| Fitur | Kirimi.id Pro | Wabery |
|---|---|---|
| Harga | Rp 99.000/bulan | Rp 250.000/bulan |
| API WhatsApp | Tidak resmi | Resmi |
| Risiko banned | Tinggi | Tidak ada |
| API untuk developer | Tidak | Ya (channels API) |
| Webhook event bertanda tangan | Tidak | Ya |
| WhatsApp Flows (form di chat) | Tidak | Ya |
| CLI & MCP server | Tidak | Ya |
| Instagram & Messenger | Tidak | Ya |
Apa yang Kirimi.id lakukan
Kirimi.id adalah tool WhatsApp broadcast:
- Blast WhatsApp ke daftar kontak dengan scheduling
- Auto-reply dasar respons otomatis sederhana
- Multi-admin beberapa orang akses satu nomor
- Dashboard kampanye tracking pesan terkirim
- Drip campaign kirim pesan bertahap
Untuk toko online yang mau blast promo ke pelanggan, fitur ini cukup. Harganya juga sangat terjangkau.
Kenapa Kirimi.id bukan pilihan kalau kamu mau bangun sendiri
1. API tidak resmi = risiko banned
Ini masalah terbesar. Kirimi.id tidak menggunakan API WhatsApp Business resmi dari Meta. Mereka menggunakan metode alternatif yang melanggar ketentuan layanan WhatsApp.
Artinya: Meta bisa memblokir nomor WhatsApp kamu kapan saja, tanpa peringatan.
Blog Kirimi.id sendiri banyak membahas tips "anti-banned." Itu sudah jadi tanda bahaya.
Untuk sistem yang serius, kehilangan nomor WhatsApp berarti kehilangan akses ke semua pelanggan, dan semua integrasi yang sudah kamu bangun di atasnya.
2. Tidak ada primitif untuk membangun
Kirimi.id tidak memberi kamu bahan baku untuk membangun apa pun. Tidak ada webhook yang mengirim pesan masuk ke kode kamu. Tidak ada API yang rapi untuk mengirim balasan, form, atau memicu alur. Kamu hanya bisa pakai fitur yang sudah disediakan, apa adanya.
Kalau kamu mau bikin sendiri (misal: chat masuk → AI baca → kumpulkan data lewat form → kirim ke CRM kamu), Kirimi.id tidak punya jalannya.
3. Bukan multi-channel
Tidak ada Instagram DM. Tidak ada Facebook Messenger. Kalau pelanggan chat dari platform lain, kamu harus buka aplikasi terpisah dan menangani tiap channel sendiri-sendiri.
Wabery: API yang kamu pakai bikin solusinya sendiri
Wabery bukan tool blast, dan bukan juga "AI sales agent jadi" yang kami jalankan untuk kamu. Wabery adalah infrastruktur messaging yang kamu bangun di atasnya. Kamu yang seorang builder; kami kasih primitifnya:
- Channels API terpadu satu integrasi untuk WhatsApp, Instagram DM, dan Messenger
- WhatsApp Flows native form di dalam chat untuk mengumpulkan data terstruktur tanpa pindah ke website
- Webhook event bertanda tangan tiap pesan masuk dan submission form sampai ke kode kamu, terverifikasi
- CLI & MCP server biar gampang nyambungin ke LLM, CRM, dan stack kamu
Contoh: bikin sendiri AI agent untuk kualifikasi lead.
Pelanggan chat WhatsApp jam 9 malam: "Hai, mau creambath besok sore. Berapa ya?"
Alur yang kamu bangun kira-kira begini:
// POST /webhooks/wabery — pesan masuk bertanda tangan
app.post("/webhooks/wabery", verifySignature, async (req, res) => {
const { conversationId, text } = req.body;
const reply = await runAgent({ text }); // panggil LLM kamu
if (reply.action === "collect") {
// kirim WhatsApp Flow (form di chat) untuk ambil detail lead
await wabery.flows.send(conversationId, { flowId: "kualifikasi_lead" });
} else {
await wabery.messages.send(conversationId, { text: reply.message });
}
res.sendStatus(200);
});
Saat pelanggan isi form-nya, kamu dapat webhook lagi berisi data terstruktur, lalu kamu dorong ke mana pun:
// POST /webhooks/wabery/flow — submission terstruktur
app.post("/webhooks/wabery/flow", verifySignature, async (req, res) => {
const { layanan, waktu, nama, nomor } = req.body.responses;
await crm.leads.create({ layanan, waktu, nama, nomor, sumber: "whatsapp" });
res.sendStatus(200);
});
Hasilnya, di sisi pelanggan, terasa seperti ini:
- AI: "Halo! Creambath mulai dari Rp 150.000. Boleh aku catat detailnya biar tim bisa kasih opsi terbaik untuk besok sore? Nama dan nomor yang paling enak dihubungi?"
- Pelanggan: "Sinta, 0812xxxx."
- AI: "Siap, Sinta. Sudah aku catat untuk besok sore. Tim akan follow up dengan opsi terbaik secepatnya."
Tanpa staff yang harus online malam-malam. Tanpa pelanggan nunggu sampai besok. Dan yang penting: kamu yang punya logikanya prompt, model, aturan kualifikasi, dan ke mana datanya dikirim. Wabery cuma urus plumbing messaging-nya.
Apa yang kamu dapat untuk dibangun:
- Channels API resmi nol risiko banned, satu integrasi untuk 3 channel
- WhatsApp Flows kumpulkan data terstruktur langsung di chat
- Webhook bertanda tangan tiap event masuk ke kode kamu
- CLI & MCP server tes lokal dan sambungkan ke tooling AI kamu
- API WhatsApp resmi dari Meta
Harga: Rp 250.000/bulan. Unlimited user. Tanpa kontrak.
Memang lebih mahal, tapi...
Ya, Wabery lebih mahal dari Kirimi.id. Rp 250.000 vs Rp 99.000 per bulan.
Tapi pertimbangkan ini:
| Aspek | Kirimi.id Rp 99.000 | Wabery Rp 250.000 |
|---|---|---|
| Risiko nomor di-banned | Ada | Tidak ada |
| API untuk developer | Tidak | Ya |
| Webhook & Flows | Tidak | Ya |
| Bisa bikin AI agent sendiri | Tidak | Ya |
| CLI & MCP server | Tidak | Ya |
| Instagram + Messenger | Tidak | Ya |
Kalau satu pelanggan yang hilang karena nggak ada yang jawab chat-nya bernilai Rp 100.000+, sistem yang kamu bangun di atas Wabery sudah balik modal dalam bulan pertama.
Dan kalau nomor WhatsApp kamu kena banned karena API tidak resmi, biaya untuk rebuild semuanya, termasuk semua integrasi yang sudah kamu kerjakan, jauh lebih besar.
Pilih yang sesuai kebutuhan
Pilih Kirimi.id kalau:
- Kamu toko online yang cuma butuh blast promo murah
- Budget sangat terbatas (< Rp 100.000/bulan)
- Kamu paham risiko API tidak resmi dan siap kalau nomor kena banned
- Tidak butuh membangun apa pun sendiri
Pilih Wabery kalau:
- Kamu developer atau founder teknis yang mau bangun sendiri sistem chat masuk
- Butuh API resmi, webhook, dan WhatsApp Flows sebagai fondasi
- Mau API WhatsApp resmi tanpa risiko banned
- Mau satu integrasi untuk WhatsApp, Instagram, dan Messenger
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kirimi.id menggunakan API WhatsApp tidak resmi, yang mengurangi biaya infrastruktur mereka secara signifikan. Platform dengan API resmi (Wabery, Qontak, dll) membayar biaya resmi ke Meta.
Kamu kehilangan akses ke semua percakapan dan kontak di nomor itu, plus semua integrasi yang sudah kamu bangun di atasnya. Harus daftar nomor baru dan memberitahu semua pelanggan.
Wabery adalah platform/API yang kamu bangun di atasnya. Kami kasih primitifnya: channels API, WhatsApp Flows, webhook, CLI, dan MCP server. Kamu yang merakit solusinya, logika dan datanya tetap milik kamu.
Ya. Platform, dokumentasi, dan support tersedia dalam Bahasa Indonesia.
Bisa dalam hitungan satu sore. Sambungkan WhatsApp, pasang webhook untuk pesan masuk, dan kirim WhatsApp Flow untuk mengumpulkan data. Sisanya logika kamu sendiri.
Tanpa kartu kredit. Tanpa sales call. API WhatsApp resmi, nol risiko banned, dan primitif lengkap untuk kamu bangun sendiri.
Ada pertanyaan atau masukan? Hubungi kami kapan saja